Saturday, 10 April 2010

nggak ada sahabat sebaik mama :)

Nggak jarang mama bikin aku kesel, dia suka marah-marah, ngomongnya selalu nyelekit nusuk ke hati . Ngga jarang juga rasa benci dan marah kadang timbul di hati. Tapi taukah kalian? tak ada sahabat yang sebaik mama aku. Semenjak aku lahir dan menginjak bumi ini dia selalu menemani dan melindungi aku, melarang aku berbuat jahat dan selalu menyuruh aku berbuat baik. Disaat aku menangis seorang diri di sudut kamar, dia yang merangkul dan mengusap rambutku. Dia yang memberi kehangatan saat dinginnya malam mulai menusuk ke tulangku.
Saat semua sahabat yang aku percayai mulai benar-benar menjauh, hanya dia yang bisa menemaniku, dia tempatku menuangkan isi hatiku. Dia juga yang mengusap air mataku saat aku merasakan sakitnya dikhianati sahabat sendiri.

Menurut pengalaman aku, memang mamalah yang menjadi sahabat setiaku. Waktu aku putus sama pacar aku, semua sahabat aku ngejauh ngenilai aku sebagai sosok yang negative karena mereka pikir aku seorang "playgirl" mutusin cowo cuman gara-gara pingin deket sama cowo lain. Nggak ! plis deh kalian gatau apa-apa, cuman mama tempat aku cerita yang sebenernya. Jujur disitu aku memang salah,tapi mama bilang "sahabat yang baik itu sahabat yang selalu mendukung keinginan kamu,bukanya menambah beban saat kamu dalam kesusahan" disaat-saat seperti itu hanya mamalah yang benar-benar mendukungku. Tak kusangka orang yang selalu membelaku disaat suka dan duka adalah orang yang paling sering kusakiti.

Saat detik-detik ujian nasional tiba dia yang selalu melarangku berbuat macam-macam, nggak boleh mainlah,nggak boleh pacarablah, nggak boleh smsanlah,nggak boleh nongkrong terus di sekolah dan banyak lagi larangan yang dia ciptakan . Dan akupun dengan tegas tidak menerimanya " mama,kenapa sih? cuman sebentar,ko? temen-temen aja pada boleh " selalu kata-kata itu yang keluar setiap mama berulang kali melarang-larangku , "memangnya kalo kamu nggak lulus,temen kamu mau tanggung jawab?!" itulah jawaban mama setiap kali aku bertanya. Tapi sejujurnya kata-kata itu memang benar, apakah sahabat-sahabatku bertanggung jawab jika aku tidak lulus? apa mereka merasakan kepedihan yang sama? tidak ! yah malah mungkin sebagian dari mereka mengejek dan menertawakan kita. Tapi mama, dia ikut menguraikan air mata jika kita tidak berhasil.


Nggak ada sahabat sebaik mama,yang setia menemani kita,yang tidak suka membicarakan keburukan kita kepada orang-orang dibelakang kita. Maafin aku yang selama ini belum bisa membuatmu bangga mama :)

3 comments:

Katia Y. Roza said...

mother is THE BEST :))

Bon Appétit said...
This comment has been removed by the author.
Bon Appétit said...

haha beneer

Pages

Copyright Text